Hukum I Newton
Kamu telah mempelajari bahwa setiap benda memiliki kelembaman, dan gaya dapat mengubah gerak benda. Sir Isaac Newton
merumuskan hukum-hukum yang mengatur keterkaitan gaya dengan gerak. Ada
tiga hukum Newton tentang gerak. Kita akan bahas dahulu hukum pertama
Newton.
Hukum pertama Newton tentang gerak menyatakan bahwa sebuah benda yang
bergerak dengan kecepatan tetap akan terus bergerak dengan kecepatan
tersebut kecuali ada gaya resultan bekerja pada benda itu. Jika sebuah
benda dalam keadaan diam, benda tersebut tetap diam kecuali ada gaya
resultan yang bekerja pada benda itu.
Secara matematis, hukum I Newton dapat dituliskan sebagai berikut:
Perhatikan, hukum ini sama dengan peristiwa kelembaman. Jadi, kamu akan
dapat memahami mengapa hukum ini kadang-kadang disebut hukum kelembaman.
Kelembaman dan Massa
Andaikan kamu sedang duduk di dalam sebuah mobil yang melaju kencang.
Apa yang terjadi padamu saat mobil tersebut tiba-tiba direm? Kamu akan
terdorong ke depan. Terdorongnya badanmu itu memperlihatkan contoh sifat
kelembaman. Kelembaman (inersia) adalah kecenderungan setiap benda
melawan tiap perubahan dalam geraknya. Dengan kata lain kelembaman
adalah kecenderungan sebuah benda untuk mempertahankan geraknya. Kamu
dapat membayangkan hal ini sebagai sifat “malas” sebuah benda. Jika
sebuah benda sedang bergerak, benda itu akan terus bergerak dengan
kelajuan dan arah yang sama kecuali ada gaya-gaya tak setimbang yang
bekerja pada benda itu. Dengan kata lain kecepatan benda tersebut tetap,
kecuali ada suatu gaya mengubah kecepatan benda itu. Jika sebuah benda
diam, benda tersebut cenderung tetap diam. Kecepatannya tetap nol
kecuali ada gaya yang menyebabkan benda itu bergerak.
Apakah sebuah bola besi tolak peluru memiliki kelembaman yang sama
dengan kelembaman kelereng? Tentu saja kelembamannya berbeda, karena
kamu lebih mudah menggerakkan kelereng dibanding bola besi tolak peluru.
Semakin besar massa sebuah benda, kelembamannya juga semakin besar.
Ingatlah kembali bahwa massa adalah jumlah materi dalam sebuah benda,
dan bola besi tolak peluru tentunya mengandung materi lebih banyak
daripada sebuah kelereng. Jadi bola besi tolak peluru itu memiliki
kelembaman lebih besar daripada kelembaman kelereng. Oleh karena bola
besi tolak peluru memiliki kelembaman lebih besar, maka lebih banyak
gaya yang diperlukan untuk mengubah kecepatannya.